That Winter

winter_s_goodbye_by_r3novatio-d63btvw

“Meagan, lihat, salju pertama!”

“Warnanya putih.”

“Kaupikir?”

“Itu biasa sekali. Aku ingin melihat salju warna hitam.”

***

Sudah dua minggu semenjak salju pertama turun, aku berjongkok di atas sofa dengan selimut membaluti tubuhku. Sesekali memandang ke perapian seolah aku memerintah agar perapian lebih panas. Kukunyah camilan jagung sambil menonton kartun.

“Meagan!”

Aku menoleh ke arah sumber suara. Sebongkah salju melayang cepat dan menabrak keningku. Serpihan salju jatuh. Ke pipiku, ke daguku, ke selimutku. Dingin. Kutatap Reagan di seberang jendela, nyengir-nyengir sembari melambaikan tangannya padaku.

“Kau saudara kembar jahat,” desisku mendelik, kusingkirkan serpihan-serpihan salju agar menjauh dariku. Kubalikkan lagi badanku dan kutonton lagi makhluk-makhluk berpostur tidak logis di TV.

Reagan meletakkan dagunya di atas kusen jendela. Menatap ke arahku. Aku tahu itu.

“Ayo main perang salju,” rajuknya.

“Saljunya masih putih.”

“Mana mungkin jadi hitam!”

“Atau biru. Asal jangan putih.”

“Hm, biarkan aku memanggil penyihir dulu.”

Lalu kudengar Reagan berteriak-teriak memanggil penyihir. Mungkin dia bermaksud melucu.

“Kata penyihir, dia hanya bisa membuat salju jadi merah!” Reagan kembali berteriak padaku.

“Kau pembual. Tidak ada penyihir di dunia ini.”

***

Tubuhku bergerak maju-mundur di atas ayunan tua yang ada di halaman rumah kosong di seberang rumah. Akhirnya aku keluar juga karena bosan mendengar teriakan Reagan. Tapi aku tetap tidak ingin bermain perang salju.

“Berikan topi rajutmu. Kepalaku kedinginan,” sahutku pada Reagan yang sedang membuat bulatan-bulatan salju tak jauh di depanku. Aku lupa menyambar topi rajutku di atas perapian.

Dua detik kemudian, kulihat Reagan bangkit dan menghampiriku. Ia melepas topi rajutnya dan memakaikannya ke kepalaku, “nih, untukmu selamanya, asal kau mau main perang salju.”

Aku bungkam.

Tubuhku masih mengayun. Kutarik topi rajut agar menutupi telingaku yang memerah dingin. Kuhempaskan kepulan pekat dari celah bibirku. Kulihat Reagan yang masih membuat bola-bola salju.

Plak.

Sebongkah salju kembali menyerang keningku yang tertutup topi rajut.

Plak.

Lagi. Reagan tertawa menang. Aku geram tapi tetap diam.

“Hei, kau sudah berjanji,” sungutnya tak percaya melihatku bergeming. Dia pasti telah mengira aku akan berdiri tak sabar, mengambil bongkahan saju dan membalasnya.

“Aku tak berjanji apa-apa.”

Plak.

Ayunanku semakin pelan. Kubersihkan wajahku yang barusan serasa didamprat salju. Pelan, sambil menjaga diri agar aku tidak marah-marah pada Reagan. Namun bagaimana pun, kesal sudah memenuhi kepalaku apalagi ketika kulihat cengiran Reagan. Tapi kulihat ada sedikit sesal di wajahnya.

Aku meninggalkan ayunan dan pergi tanpa sepatah kata. Bagiku Reagan saat ini sangat menyebalkan. Dia pemaksa. Padahal aku mau saja berjam-jam di atas ayunan. Kudengar suara Reagan mampir di telinga. Tapi aku tak peduli. Dia bertanya aku akan pergi ke mana. Tentu dia tahu bahwa aku akan pulang.

Kuseberangi jalan yang penuh salju.

“Meagan!”

Aku tak perlu berbalik karena aku tidak mau ditimpuk salju lagi.

“Setidaknya kembalikan topiku! Kepalaku kedinginan!”

Kuambil topi dari kepalaku, kehempaskan sembarangan ke atas salju.

Thanks!”

Beberapa langkah lagi aku memasuki rumah kami yang tak berpagar. Tiba-tiba deru suara sebuah mobil membuat jantungku berdegup kencang. Kubalikkan wajahku, kulihat Reagan tengah berlari untuk mengambil topinya.

Aku berteriak. Mobil hitam menabrak tubuh Reagan dan membuatnya terhempas.

Reagan, aku melihatmu melayang…

***

“Kau kedinginan?” Aku meletakkan topi rajut di atas nisan Reagan. “Kembalilah, Reagan. Aku akan menerima ajakan bermain perang salju walaupun saljunya masih berwarna putih.”

Aku menutup wajahku yang mulai dibanjiri air mata. Reagan telah pergi pada hari di saat aku melihat ada salju yang tidak berwarna putih. Cairan dari kepala Reagan yang telah membuat salju itu memerah.

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s