Balas Dendam Jarwo

“Dari mana lo?”

“Abis jalan-jalan dari toko buku.”

“Cieeee.”

“Gila, di sana banyak banget buku-buku yang merendahkan kita.”

“Ah, ciyus?”

“Ciyus lah. Asem emang mereka itu. Gak terima nih bangsaku direndahkan, masa jadi bahan ketawa. Sungguh merusak martabat kita. Harusnya kan kita ditakuti. Orang-orang nggak boleh macam-macam sama kita, kalo enggak, liat aja balasannya,” cerocos Jarwo panjang lebar ke Juki. Sementara Juki santai-santai saja. Seperti biasa, dia mau tidur siang.

Tampaknya Jarwo benar-benar tidak terima, maka ketika matahari semakin tenggelam, ia tidak kuasa lagi untuk pergi ke toko buku. Dia mau kasih pelajaran.

Toko buku masih ramai meski matahari sudah menghilang, Jarwo mengintip dari balik rak buku. Ada seorang perempuan belasan tahun melihat-lihat buku yang dianggap Jarwo terkutuk itu. Benar saja, setelah tersenyum-senyum sendiri membaca blurb buku, perempuan itu membelinya.

Ha, ini dia, batin Jarwo.

Perempuan itu ia ikuti diam-diam dari belakang. Sampai pulang dan saling melambaikan tangan pada teman-temannya. Jarwo masih mengikuti. Calon korbannya sudah menghilang ke dalam rumah. Jarwo pun masuk ke dalam rumahnya—tidak perlu mengucapkan permisi atau apa pun, lagipula Jarwo terbiasa masuk rumah orang tanpa izin.

Kamar si perempuan tidak jauh dari pintu masuk rumah. Pintu kamarnya terbuka sedikit. Jarwo mengintip dan dilihatnya perempuan itu langsung membuka plastik pembungkus buku dan mulai membacanya.

Sepertinya dia belum sadar juga ada aku di sini, pikir Jarwo.

Terdengar suara tawa si perempuan yang malah menyakitkan bagi Jarwo.

“Hei,” sapa Jarwo dengan suara berat, kepalanya menyembul dari balik pintu. Perlahan-lahan semakin memperlihatkan dirinya dengan utuh. Jarwo tersenyum.

Perempuan itu pingsan melihatnya, bahkan tanpa sempat menjerit.

***

Jarwo cekikikan sendirian membaca buku yang ia curi dari perempuan yang pingsan semalam. Ia asyik membaca buku itu meskipun ia kesusahan dalam membuka halaman-halamannya. Sebetulnya Jarwo memiliki tangan namun tidak bisa berfungsi dengan baik.

“Kenapa lo?” tanya Juki.

“Ini buku bikin ngakak, Sob!”

“Buku apaan sih?”

Jarwo lalu memperlihatkan sampul buku itu agar terbaca judulnya oleh Juki. Terbaca jelas-jelas judulnya adalah ‘Diary Pocong’.

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

4 thoughts on “Balas Dendam Jarwo”

  1. Hore bisa komeeen *\(^o^)/*
    pocong kok tereak pocong :)))
    mau komen kalimat yg terakhir itu, Juki kok ngomong ke Juki, gk salah ya? *komen ku berbobot, kan? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s