Negeri Balon

Pada suatu ketika tersebutlah sebuah negeri di lapisan awan paling bawah yang bernama Negeri Balon. Negeri tersebut tidak terlihat, diam terselubung di antara gumpalan awan yang berwarna putih keunguan. Tidak ada seorang manusia pun tahu akan keberadaan negeri tersebut—negeri yang dipenuhi balon berwarna-warni. Namun hidup para balon tidaklah bahagia, tidaklah semeriah warnanya, mereka hidup tanpa emosi, mengambang hampa bersama udara.

Hingga sebuah kisah dimulai. Pada suatu hari, datang seorang pria yang mengendarai seekor naga, melesat di langit dan mendekati kehidupan mereka. Entah bagaimana caranya si pria mampu merobek gumpalan awan putih keunguan yang merupakan batas dunia mereka. Ia datang karena sebuah mimpi yang menuturkan bahwa di dalam dunia tersebut ia bisa menemukan sesuatu yang dapat menyembuhkan anaknya yang selalu terlihat murung. Awalnya Raja Balon tidak menyetujui salah satu rakyatnya di bawa ke bumi—tempat si pria berasal, tapi karena melihat kemurnian hati si pria yang mencintai anaknya, maka diizinkannya.

Kau tahu selanjutnya? Anaknya sembuh dari kemurungan karena secara ajaib balon tersebut membuatnya bahagia. Dan lama-lama dibuatlah balon-balon di bumi. Balon-balon dari Negeri Balon turun ke bumi secara misterius, secara tidak langsung memantrai tukang balon agar bisa membuat mereka. Balon-balon tersebut akhirnya bahagia karena bisa membuat tangisan reda dan menerbitkan senyuman anak-anak.

Dan balon-balon yang lepas ke langit itu sesungguhnya sedang pulang ke tempat di mana mereka berasal.

 

gambar (c) tattoomaus78@deviantart

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s