Amanda dan Arlia

7959385_f260
Source: lulubelle7537.hubpages.com

Kadang-kadang timbul pemikiran dalam benak Amanda bahwa dia harus membunuh Arlia. Perempuan itu telah terlalu banyak membuat permasalahan dalam hidup Amanda. Tapi membunuh Arlia akan mengakhiri hidup Amanda juga. Arlia sudah seperti teman baginya. Sayangnya, teman yang buruk. Amanda lupa kapan tepatnya Arlia memasuki hidupnya yang damai-damai saja, perempuan itu lama-lama semakin mengusik. Tapi susah bagi Amanda untuk meninggalkan Arlia. Tak ada yang tahu bahwa Amanda sangat tertekan akan keberadaan Arlia. Bahkan Arlia selalu berpura-pura tidak tahu. Perempuan itu menempel di hidup Amanda bagaikan parasit ganas yang menggerogoti badannya.

Amanda duduk di atas atap dan menyumpal telinganya dengan earphone. Lantunan lagu bernada riang membuat kepalanya sedikit bergoyang. Dan semilir angin membuatnya tersenyum, sebelum Arlia datang dan kembali membuatnya tertekan. Seperti ada batu besar yang bertengger begitu saja di atas hatinya. Amanda melemparkan earphone-nya dengan marah ke bawah, ke pekarangan rumah yang hanya berisi patung-patung kurcaci dan rumput yang lupa dipangkas. Menurutnya Arlia sudah keterlaluan. Amanda tak ingin lagi ada Arlia.

Ditatapnya tanah di bawah. Amanda berusaha menyeret Arlia agar jatuh dari atap. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk membunuh Arlia. Dan membunuhnya juga. Amanda berbisik halus, “Selamat tinggal, Arlia.”

Arlia, alter ego Amanda.

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

2 thoughts on “Amanda dan Arlia”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s