Scene on Three (2)

But in that moment, when he held her high in the air and his golden green eyes were sparkling and his red lips were curving and he was laughing—laughing with her, and her alone—well, at that moment, Gretel had passed beyond fascination. In that moment, Gretel had fallen in love.
It wasn’t real love, you might say. Just a child’s infatuation.
You might say that. But if you did, it would prove that you are already old, and that you don’t remember what it is like to be a child at all. (Ch. 5: A Smile as Red as Blood)
Penggalan di atas diambil dari novel A Tale Dark & Grimm karya Adam Gidwitz. Kalian pasti pernah bingung juga apakah kalian sedang jatuh cinta ataukah cuma merasa tergila-gila semata selayaknya penggemar, kagum, atau lain-lainnya yang sebetulnya bukan jatuh cinta. Dalam penggalan ini sebetulnya saya ikut terhanyut apa yang dirasakan Gretel, setelah petualangan mengerikan yang dilaluinya bersama Hansel, akhirnya dia ‘jatuh cinta’! semacam pelipur lara, begitu. Meskipun saya mnegira bakal ada hal-hal mengerikan lagi antara mereka mengingat itu baru separuh buku, dan sepanjang membaca novel ini, kemalangan yang ngeri selalu menimpa Gretel dan Hansel.

 

Saya setuju banget sama si narator dan cukup menggambarkan apa yang telah saya alami sebelum-sebelum ini (kayak apaan aja hahaha). Saya ragu apakah saya pernah jatuh cinta atau tidak, dan akhirnya dengan percaya diri bilang itu bukan. Mungkin seperti yang dibilang oleh si narator, dulu saya pernah tergila-gila sama cowok di majalah Bobo, dia tersenyum di halaman iklan, yang bahkan saya nggak tahu namanya. Atau saya pernah tergila-gila dengan tokoh Conan dan Shinichi. Yah, ke manusia beneran juga pernah sih. Cuman, kita tidak tahu batas perasaan, masalahnya, apakah kita jatuh cinta atau bukan.
***

Mau ikutan Scene on Three? Silakan klik gambar di bawah dan lihat peraturannya.
scene-on-three

 

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

2 thoughts on “Scene on Three (2)”

  1. Hehe… kadang2 definisinya ga penting, yg penting ya saat itu aja perasaan kita gimana, apalagi anak2 yg relatif tanpa tuntutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s