Pelaku Kejahatan

Aku menggeram dan tanpa sadar mengetuk tombol enter dengan terlalu keras. Rekan kerja di sampingku melongok melewati sekat. Bibirku merapat, rasanya kepalaku mau hancur saja jika pikiran yang mengganjalku ini tak segera kusingkap. Alisku saling bertaut, mataku melihat layar monitor di mana kerjaanku terpampang. Tapi aku tak bisa berkonsentrasi.

Orang yang duduk di seberangku adalah penyebabnya. Tanpa diketahui orang selain diriku, orang itu telah melakukan kejahatan. Hanya aku yang memergokinya, hanya aku. Aku ingin dia mengaku dan mempertanggungjawabkan kelakuannya. Oh, aku tak tahan lagi. Aku meneguk teh yang sebenarnya sudah habis dan bangkit dari kursi kerja setelah mengumpulkan keberanian. Aku tahu bos sedang di ruangan dan mondar-mandir sejak tadi. Tapi biarlah, biar semua orang tahu.

Sebetulnya aku merasa takut, tapi keberanian menumpuk lebih besar. Langkahku berbunyi keras karena hentakan high heels. Aku menghampirinya dan langsung kusabet kerahnya, kuseret dia yang kebingungan ke depan ruangan. Aku tahu semua mata memandangku dengan keheranan juga. Tapi aku harus tak peduli.

“Orang ini!” teriakku memandang semua orang. “Orang ini pencuri!” Suaraku menabrak dinding-dinding dengan keras. “Dia telah mencuri hatiku!”

Sekujur badanku memanas. Mukaku merah padam.

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

2 thoughts on “Pelaku Kejahatan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s