Scene on Three (5)

“Okay, class,” said Mrs. Jewls. “So that we have no more mix-ups, I want everybody to write his name on his pencil.”

Dameon spent the rest of the day trying to write his name on his pencil.

Dameon’s pencil couldn’t write on itself. It was just like his beautiful hazel eyes with the black dots in the middle. They could see everything except themselves.

Penggalan ini diambil dari novel Sideways Stories from Wayside School karya Louis Sachar. Mrs. Jewls menyuruh murid-muridnya menulis nama mereka di pensil masing-masing supaya kalau hilang mudah dikenali, semenjak hampir semua pensil mereka bermodel sama. Dameon mencari cara agar bisa menulis namanya di pensilnya. Tentu ia tidak bisa menulis nama menggunakan pensil yang sama, pensil tidak bisa menulisi dirinya sendiri, sama seperti mata hazel-nya yang bisa melihat apa pun kecuali dirinya sendiri.

Kadang-kadang saya menemukan betapa mudah saya menilai orang lain, tanpa bisa melihat diri sendiri sebenarnya seperti apa. Kok mata si Fulan jelek ya, putih doang kayak hantu (contoh), terus pas nggak sengaja nemu cermin, eh, mata kita hitam doang nggak ada putihnya (….). Kejelekan orang biasanya lebih cepat kita sadari daripada kejelekan diri sendiri. Dan ini juga berlaku kebalikanya. Mata si Fulan indah banget, aku iri sekaligus sedih nggak seindah itu. Terus pas diberi cermin dan ditatap dalam-dalam, ternyata punya kita indah juga. Inilah mengapa ‘cermin’ sangat berguna, selain itu kita juga bisa memanfaatkan ‘mata’ orang lain untuk membantu menilai seperti apa kita. Meskipun ini perlu disaring juga, kerena tidak semua orang memiliki ‘mata’ yang sama.

Konteksnya kok jadi melebar ya, haha 😀


Mau ikutan Scene on Three? Silakan klik gambar di bawah dan lihat peraturannya.

scene-on-three

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

1 thought on “Scene on Three (5)”

  1. Pinjam pensil temanmu dong, Dameon *salah fokus*
    Iya, refleksi diri itu memang penting banget, sering banget terus ketemu hal2 yang, “wah, ternyata aku juga gitu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s