Scene on Three (6)

“My great-grandfather gave me a gold watch. It was over a hundred years old. I brought it to school today and—”

“You lost it!” Kathy exclaimed with delight.

D.J. sadly nodded.

Kathy laughed. “Oh boy, are you going to get in trouble!” She rubbed her hands together. “Your parents will ground you forever!”

“No, my parents never punish me,” said D.J. “They know I learn from my mistakes.”

“Oh,” said Kathy, a little disappointed. “But your great-grandfather will hate you!” she said. “And he’ll never give you another present for the rest of your life. Not even for your birthday!”

“No, he loves me no matter what I do,” said D.J. “He likes people, not things.”

Penggalan ini diambil dari novel Wayside Shool is Falling Down (Wayside School #2) karya Louis Sachar. Saya suka banget penggalan ini. D.J menghilangkan jam emas pemberian kakek buyutnya dan Kathy menakut-nakutinya. Tapi D.J kalem banget dan percaya kalau ia tidak bakal dihukum karena orang tuanya tahu ia bakal belajar dari kesalahan. Lalu Kathy bilang kakek buyut D.J bakal membencinya, dan D.J menjawab kalau kakek buyutnya akan tetap menyayanginya karena dia menyukai orang, bukan benda. Hahaha.

Sepertinya banyak contoh kayak begini, ketika seseorang menghilangkan barang berharga dan membuat hubungannya dengan seseorang jadi agak retak. Tapi kalau mereka saling meyanyangi, mereka pasti lebih memilih kehilangan benda daripada merusakkan hubungan mereka. Saya juga menghilangkan cincin pernikahan ibu saya waktu kecil, dan ibu saya masih menyayangi saya 😀 Dan soal hukuman itu, yang dikatakan D.J so sweet banget! Alangkah indahnya kalau orang tua dan anak saling percaya kayak gitu.


Mau ikutan Scene on Three? Silakan klik gambar di bawah dan lihat peraturannya

scene-on-three

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

2 thoughts on “Scene on Three (6)”

  1. Kalo anak kecil kayanya bisa dimaklumi selama masih proses belajarnya, kalo orang dewasa, terus ga merasa bersalah atau mencoba bertanggung jawab yaa…tetep harus menerima konsekuensinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s