Scene on Three (7)

“Okay, let’s all have a good day. And remember, I’m your friend. And you’re my friends. And if you ever need a friend, you can always come to me.”

“Isn’t that nice,” said Mrs. Jewls.

“What a bunch of baloney! There I was, lying on a beach in Jamaica, when suddenly I get a fax that the dumb school was back open. Well, those kids better not bother me. My friends? That’s a joke! Like I would really want to be friends with those little snot-nose — What? Don’t tell me to shut up! You shut up! What’s on? You mean they’re hearing what I’m saying right this very second? Well, how do you turn it off? What button? I don’t see a red button. There is no red button. Oh, here it

Hahahaha.

Scene yang diambil dari Wayside School Gets A Little Stranger (Wayside School #3) karya Louis Sachar. Ceritanya sebuah sekolah kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup karena ada kekacauan. Anak-anak bersama gurunya yang bernama Mrs. Jewl sudah berada di kelas. Kepala Sekolah, berbicara dari ruangannya untuk menyambut kembali mereka menggunakan PA System. Sebagai Kepala Sekolah, tentu harus bertutur baik dan mengayomi sekolahnya sendiri. Tapi si Kepala Sekolah ternyata lupa menekan tombol merah untuk mematikan sistemnya, sehingga cerocosan dia mengenai apa yang ada di dalam hatinya terdengar oleh semua.

Dan itu kalimatnya tampak nggak selesai karena ceritanya dia akhirnya mencet tombol merah.

Berkata-kata baik memang diperlukan meskipun dalam hati tidak menyetujui apa yang diucapkan. Ada banyak hal yang perlu dikendalikan karena biasanya ada saja hembusan pikiran yang tidak patut dalam diri kita. Bertutur dengan bahasa baik meskipun dalam hati kesal dan semacamnya terkadang bukan karena kita ingin menipu orang atau being fake, tapi untuk menghormati orang secara personal. (Dan untuk menghindari penyesalan jika sudah bertaubat #curhatdikit). Orang mungkin memaafkan kita yang telah berkata-kata buruk dan menyakiti hatinya, tapi mungkin dia takkan melupakan bagaimana cara kita mengatakannya. (Semoga orang-orang mengampuni saya kalau saya pernah menyakiti mereka dengan perkataan saya)

Namun…

Meskipun kita sudah berusaha untuk menutupi perkataan jelek dalam diri kita, adakalanya hidup menjewer kita dengan memberikan pelajaran. Contohnya seperti yang dialami si Kepala Sekolah. Secara tidak sengaja, kita membuka apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran kita–entah melalui kecerobohan atau apa pun. Maka, yang paling bijak adalah dengan berlatih untuk memang berhati dan berpikiran baik dan benar di segala hal, tidak ucapannya saja. Meskipun sebagai manusia itu terbilang susah. Saya yang merupakan manusia, sungguh mengakuinya.


Mau ikutan Scene on Three? Silakan klik gambar di bawah dan baca ketentuannya.

scene-on-three

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

2 thoughts on “Scene on Three (7)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s