Scene on Three (8)

“That’s the stupidest list I’ve ever seen,” said Claudia. “Your counselor’s not going to want to talk about anything on that list.”

“You don’t know her,” he replied. “She’ll talk about anything I want to talk about. She listens to me. She likes me!”

“No she doesn’t,” scoffed Claudia. “That’s just her job!” She walked out of his room, laughing.

Bradley watched her go. Then he added two new topics to his list: Sisters and Jobs.

Scene ini diambil dari novel There’s a Boy in the Girls’ Bathroom karya Louis Sachar. Bradley menuliskan topik-topik yang bisa dibicarakan dengan counselor-nya (Guru BK), ia bisa menuliskan apa saja, karena si guru bilang mereka bisa membicarakan apa saja. Bradley bahkan menuliskan banyak hal, dari monsters, outer space, one potato, what is it like to be in jail, sampai who shot my father. Claudia, kakaknya, melihat list yang dia buat dan berkomentar kalau gurunya mau membicarakan banyak hal seperti itu bukan karena ia menyukai Bradley, tapi karena memang itulah pekerjaannya.

Memang sudah kewajiban guru BK untuk membuat nyaman muridnya atau membuat kondisi psikologis si anak menjadi baik, apa pun yang positif. Tapi alasannya apakah karena dilandasi kewajiban saja atau memang ingin membantu si anak. Sama seperti contoh-contoh lainnya, apakah kita sedekah karena mengejar pahala doang atau benar-benar ingin membantu, apakah buang sampah dengan benar karena takut didenda atau karena mencintai kebersihan. Apakah kalau tidak ada pahala kita bakal sedekah,dan apakah kalau tidak ada denda kita bakal buang sampah sembarangan.

Selalu ada orang yang memang karena niat mulia dan tidak dalam melakukan sesuatu. Dan kita termasuk ke yang mana.


Mau ikutan Scene on Three? Silakan klik gambar di bawah dan lihat peraturannya.

scene-on-three

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

2 thoughts on “Scene on Three (8)”

  1. Kurasa kalau orang sudah ‘tenggelam’ dalam pekerjaan yg disukai, kewajiban pun bisa terasa menyenangkan juga. Lagi maraton buku2nya Louis Sachar kah?

    1. iya, kalo ‘kenal’ maka ‘sayang’ =)) ho oh, soalnya emang lagi suka novel2 children dan tipis (….) dan Louis Sachar ini gaya penceritaan serta humornya saya suka 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s