Scene on Three (11)

Part of me wanted to tell her that in the future, parents got arrested for locking their kids in rooms for days on end. Instead I said, “Well, hmm … there’s TV. It’s like … movies, but on little screens, in your house. All day long.”

“Movies? In your house?” Molly looked amazed. “How do people ever stop watching?”

Scene ini diambil dari Seven Stories Up karya Laurel Snyder. Annie tiba-tiba terdampar di masa lampau dan bertemu Molly, neneknya, ketika seumuran dengannya. Karena di tahun 1937 Molly tidak tahu TV, Molly terkejut dan bertanya bagaimana bisa orang-orang berhenti nonton kalau ada benda macam TV di rumah.

Ini mengingatkan saya waktu kecil dan polos (sekarang juga masih polos kok *dhuak*). Masih tergambar jelas di pikiran saya bagaimana wujud TV yang kami miliki di rumah saya di kampung. Mungkin sekitar 4-5 tahun, saya duduk depan TV hitam-putih berukuran 14 inch yang cuma menyajikan TVRI dan TPI. Sementara beberapa tetangga sudah move on ke TV dengan layar lebih besar dan berwarna dan punya antena! Whoa, TV berwarna adalah impian saya waktu itu. Saya tidak ingat apakah saya meminta orangtua saya untuk beli TV baru atau tidak, yang jelas dalam hati saya menginginkannya. Kadang-kadang anak-anak kecil di kampung saya berbondong-bondong ke rumah tetangga (yang sebenarnya masih saudara) untuk liat tayangan yang lebih beragam karena ada antenanya.

Dan pikiran saya waku itu kurang lebih sejenis dengan yang ditanyakan Molly: Bagaimana mungkin kita bisa berhenti nonton kalau tayangannya bejibun dengan gambar beraneka warna?

Padahal nggak gitu juga sih, setelah punya TV berwarna dan berantena, tetep aja main di luar lebih sering.


Mau ikutan Scene on Three? Silakan klik gambar di bawah dan lihat ketentuannya.

scene-on-three

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

4 thoughts on “Scene on Three (11)”

  1. Dulu ada masanya juga nonton TV ga berhenti, seperti yg dikhawatirkan Molly, hehe. Tapi waktu TV sempat di-banned di rumah biar kami (anak2) belajar, ya bisa2 aja sih ga nonton TV.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s