Murid Baru

Kelasku kedatangan murid baru. Kurasa aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Namanya Esa. Mungkin ini berarti bahwa ternyata memang dialah satu-satunya cowok yang menarik perhatianku. Dia berasal dari kota kembang. Aku tidak berani menyapanya. Dan aku penasaran, apakah dia tahu namaku?

Saat ini aku berharap aku adalah Beni. Pasalnya dia sedang bercakap-cakap dengan Esa. Oh, betapa aku iri padanya. Aku diam memainkan pensilku di atas kertas, sementara telingaku meruncing ke arah percakapan Beni dan Esa. Meskipun aku tidak mengerti apa yang mereka ucapkan karena menggunakan Bahasa Sunda, tapi aku mendengarkannya seakan suara Esa adalah magnet bagiku.

Jangankan untuk nimbrung, mencari celah kiranya apa yang bisa kukatakan pun aku sudah kewalahan.

Orang bilang, jatuh cinta itu hebat sekali membuatmu bodoh. Jika Esa melihatku sejenak saja, apa aku akan terlihat bodoh? Aku berhenti memainkan pensil secara tidak jelas, beralih membaca buku. Tetapi sejujurnya, kalimat-kalimat dalam buku itu tak berhasil mengecohku. Otakku terperangkap dalam pusaran besar bernama Esa.

Tiba-tiba sebuah nama disebut. Namaku. Esa yang mengucapkannya, biarpun aku tak melihat bagaimana bibir itu bergerak menyebut namaku, tapi aku seakan sudah mengenal suaranya jauh sebelum aku melihatnya.

Dadaku berdegup kencang. Bagaimana dia bisa tahu namaku? Apa selama ini dia mencuri lirik nama yang tersemat di baju seragamku? Apa barusan aku tak mendengar Beni memberitahunya? Tanda tanya berserakan di dalam kepalaku, sampai aku sadar bahwa aku harus menanggapi.

Kikuk, kuselipkan beberapa helai rambut ke belakang telinga. Aku berdeham pelan agar suaraku nanti tak terdengar seperti pipa berkarat. Aku pun menoleh padanya dan memberanikan diri berucap, “Ya?”

Esa dan Beni melihatku dengan heran. Melihat mereka keheranan, aku lebih terkejut lagi. Lalu suara tawa Beni yang menggelegar terdengar, “Tara, dia tidak memanggilmu. Kamu tak tahu ya di Bahasa Sunda ada kata ‘tara’?”

“Oh…” Aku berusaha tenang. Kemudian menatap laci mejaku. Ini adalah kali pertamanya aku ingin masuk ke dalam sana.

___________
Hari ke-7 #NulisRandom2015 yang diadakan @nulisbuku

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s