Mata yang Cantik

Telah lama aku membidik mata itu. Sepasang mata jeli yang cantik. Pertama kali aku melihatnya di sebuah angkutan umum, di antara kokokan ayam kurang ajar yang dibawa seorang kakek tua berkutil di hidungnya. Sejak saat itu, aku membuntuti perempuan pemilik mata cantik itu dan mendapatkan alamatnya. Mata itu tak sembarangan cantik, ketika aku melihatnya, aku merasakan rasa senang yang membuncah sebagaimana ketika aku meminum sirup favoritku di depan sekolah dasarku dulu.

Aku adalah seorang pekerja keras. Seperti seekor kelinci yang lugu, perempuan itu terjerat perangkap-perangkapku. Dimulai dari makan bersama di kafe picisan, sampai kuantarkan padanya mawar semerah darah yang lembut harumnya bisa memanjakan hidungmu. Layaknya mata yang telah membuatku mabuk kepayang itu.

Malam ini, aku memilikinya. Memiliki mata cantik itu. Di malam yang menebarkan sunyi dan dingin, aku baru saja mencongkel matanya. Tubuh perempuan itu perlahan-lahan melelehkan darah yang warna merahnya lebih pekat daripada mawar-mawar yang pernah kuberikan padanya.

Dengarkan aku baik-baik, kutulis ini dengan sebuah tujuan, supaya kau berhati-hati pada seorang laki-laki yang terus menerus memandang matamu seakan menemukan surga. Bisa jadi itu adalah aku. Bisa jadi kau adalah perempuan keseratus yang kucongkel matanya.

Aku sudah memperingatkanmu. Aku baik, kan?

_______
Hari ke-8 #NulisRandom2015 yang diadakan @nulisbuku

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s