Selamat Datang, Ramadan.

Halo. Sebetulnya saya tidak ingin memulai entri ini dengan kata-kata ‘Tak terasa sudah Ramadan lagi’. Dan, yay! Sepertinya saya berhasil.

Ramadan itu istimewa sekali ya. Suasananya itu lho bikin kangen, meskipun sesiangan lapar-laparan dan ngantuk-ngatukan waktu sahur. Omong-omong, saya jadi ingat dulu. Ramadan ketika masa kecil, begitu berkesan (nostalgia lagi deh, siap-siap). Dulu ketika kelas 3 SD, di kampung saya mulai diadakan Sanlat alias Pesantren Kilat. Kalau hari sekolah, Sanlat-nya diadain sore sehabis ashar, kalau libur, seharian ikut Sanlat. Meskipun akhir-akhir saat ikutan cuma sore sampai habis isya aja.

Sanlat-nya itu diadain di masjid tercinta. Yang ngajar guru-guru MI dan sekolah agama, terus guru ngaji masjid, jadi sudah kenal baik. Dulu dekat masjid ada asrama yang punya empat ruangan (sekarang gak ada dan saya merindukan asrama yang tampak antik dan kadang-kadang seram itu 😦 ) Kita semua tidur di situ. Anak perempuan dan laki-laki dipisah tentu. Tidurnya di karpet dan bawa bantal sendiri dari rumah. Meski begitu semua senang sekali. Hahaha. Kadang-kadang ribut dan malah lari-larian atau lompat-lompatan di lantai-lantai menonjol yang digunakan sebagai jalur orang mau dan habis wudhu. Lari-larian itu baik siang atau malam hari. Maklum, anak-anak kecil bandel kebanyakan. Kalau ribut-ributnya udah amburadul banget, baru deh pada dimarahin. Rasanya saya masih bisa merasakan suasana malam itu… hahaha. Atau ketika jam istirahat siang, saya dan beberapa teman malah maen petak umpet di masjid. Dan konyolnya, agar yang jaga salah menebak, kami sampai tuker-tukeran kerudung bahkan baju.

Ngomongin Sanlat kok malah bahas mainnya, ya?

Oke, namanya pesantren pasti ada belajar agamanya. Biasanya dimulai jam 8 pagi terus istirahat sebelum zuhur dan lanjut lagi sampai sebelum ashar. Yang dipelajari pengetahuan-pengetahuan dasar soal Islam, dengerin ceramah, belajar pidato seorang-seorang, ngaji dan bahas tajwid, imla (dikte Bahasa Arab/Al-Quran), bahas hadits lalu tiap murid menghapal dan dites di depan, dan menghapal Juz Amma, dari surat An-Naba sampai An-Nas. Wah, di kepala saya sekarang ada bayangan teman-teman saya di setiap penjuru masjid sambil tutup telinga (biar nggak keganggu sama suara orang lain yang ngehapal juga) bilang Amma yatasaa aluun, aninnabail adhiim.

Habis ashar biasanya pada pulang ke rumah tuh, mandi terus siapin bekal buka lalu meluncur lagi ke masjid. Biasanya tiap warga kebagian jatah ngasih makanan buat iftar. Jadi sebetulnya bawanya makanan berat aja karena makanan pembuka sudah disediakan. Tapi rasanya tidak lengkap, dan saya sering kagum melihat kehebatan teman-teman dalam melahap semua makanan pembuka. Habis belajar lagi sedikit di malam hari, kita ke asrama buat tidur (boleh juga sih tidur di rumah, tapi serasa enggak gaul). Karena salat tarawih kami diadakannya enggak sehabis isya, melainkan sebelum sahur, jam 2 pagi udah kedengaran azan buat ngajak salat. Dan alih-alih tarawih, kami lebih senang menyebutnya Qiyamul Lail. Konon, alasan kampung kami tidak salat tarawih sehabis isya adalah karena dulu sekali tarawih malah dijadikan ajang nongkrong-nongkrong sehabisnya, dan anak-anak malah sering sikut-sikutan dan main-main waktu solat.

SMP saya sekolahnya agak jauh dari kampung. Saya selalu bilang saya salat tarawihnya sebelum sahur, atau di sepertiga malam terakhir. Rakaatnya pun biasanya cuma sebelas, tapi enggak bagaikan burung yang mematuk-matuk makanan (alias salatnya enggak supercepat). Dan sering pula saya dapat tatapan seolah bilang, kamu kayak sesat. Hahaha. Barusan googling dan nemu ini: http://kanzunqalam.com/2013/07/14/shalat-tarawih-adalah-shalat-tahajud-di-bulan-ramadhan/

Habis Qiyamul Lail, kita pulang lagi ke rumah masing-masing. Sampai salat subuh (di masjid atau di rumah), seudah itu kami lari pagi bersama. Begitu seterusnya sampai penutupan Sanlat. Sayang, saya nggak pernah ikut sampe penutupan karena pasti saya udah mudik ke provinsi tetangga.


Hari ke-17 #NulisRandom2015 yang diadakan @nulisbuku

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s