Bukan Teman

Sebenarnya ini bukan keinginanku untuk membenci mereka. Telah berulang kali kukatakan pada mereka bahwa aku bersedia menjadi teman mereka, aku dan mereka bisa menjaga kerukunan, dan hidup berdampingan dengan tenang. Tapi mereka keras kepala, mereka makhluk teregois yang pernah kukenal.

Lama-lama aku pun tahu bahwa mereka hanya memanfaatku. Kadang-kadang datang satu saja dari mereka ke rumahku dan kuberikan apa yang diminta. Lebih sering lagi mereka datang bersama-sama, membuatku jengkel bukan kepalang. Ketika kuekspresikan kekesalanku, tak ada satu pun yang peduli. Bahkan ketika aku mengancam untuk menyerang balik. Mereka semakin berisik dengan perut membuncit kebanyakan minum.

Aku memang tak boleh diam saja kalau tak mau menderita.

PLOK!

“Kubilang juga jangan macam-macam padaku!”

Bertambah lagi nyamuk tewas di tanganku. Tapi masih ada banyak nyamuk yang harus kubunuh malam ini.

_________
Hari ke-18 #NulisRandom2015 yang diadakan @nulisbuku

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s