Lupa

Setinggi-tingginya bangau terbang, hinggapnya ke kubangan juga.

Tetapi Dali tidak ingat dari mana ia berasal, atau seperti apa keluarganya. Ia bagaikan terlahir kembali dengan ingatan kosong. Yang ia ingat hanyalah namanya sendiri. Dali. Itu saja. Tersebab ia ingin tahu masa lalunya, Dali masuk ke desa-desa, berkeliaran di sana, mengetuk setiap rumah hendak bertanya apakah mereka mengenalnya, namun semua langsung menutup pintu dengan mimik muka yang terganggu luar biasa. Dali belum pantang menyerah, ia datang lagi ke rumah lain, namun ia mendapatkan respon yang sama. Kebanyakan bahkan tak membiarkannya mulai berbicara sepatah kata pun.

Akhirnya Dali merasa putus asa, ia kembali pulang ke sebuah pohon di mana ia terbangun. Pohon yang menjulang jauh dari pedesaan. Mungkin memang itulah satu-satunya kini tempat pulang.

Ia bersandar pada pohon itu dengan sedih. Menangis ia tanpa air mata. Pandangannya melihat tulang jemari menyembul dari tanah agak basah. Tulang jemarinya sendiri.

Ah, jangankan ingat siapa dirinya sebelum ini. Mengapa ia mati dan bagaimana ia mati pun masih belum diketahuinya.


Hari ke-23 #NulisRandom2015 yang diadakan @nulisbuku

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s