Bigger than a Bread Box — Laurel Snyder

bigger than a bread box

Judul: Bigger than a Bread Box

Penulis: Laurel Snyder

Penerbit: Random House

Ayah dan ibu Rebecca baru saja bertengkar sampai kemudian ibunya memutuskan untuk membawa Rebecca dan dan Lew (adiknya Rebecca) pindah sementara ke rumah neneknya di Atlanta, meninggalkan Baltimore. Di loteng rumah neneknya, Rebecca menemukan sebuah kotak roti berwarna merah dan berukir mawar yang ajaib! Keinginan yang ia katakan akan diwujudkan oleh si kotak, selama muat. Sehingga kepindahan ia ke Atlanta yang menyebabkannya harus berpindah sekolah dan beradaptasi dari awal tidak terasa begitu buruk. Namun benarkah? Ternyata tidak, justru ia mendapatkan masalah baru karena kotak roti tersebut.

Bacaan yang ringan dan emosional—saya bisa merasakan apa yang dirasakan Rebecca, mengenai kerinduannya pada Baltimore dan ayahnya, dan juga kekesalannya pada ibunya yang ia anggap egois. Nuansa anak dua belas tahun juga kerasa, soal apa yang dipikirkannya, ketidaktahuannya, rasa sedih dan senangnya. Perasaan-perasaan anak normal dua belas tahun. Rebecca merasa dirinya adalah korban dari ketidakharmonisan orang tuanya yang kadang terlihat tidak masuk akal dan kekanakkan. Namun di Atlanta, beruntung ia memiliki seorang nenek yang cukup menyenangkan dan adik yang disayanginya. Sekolah barunya pun pada awalnya baik-baik saja, namun gara-gara kotak roti itu, semuanya semakin memburuk.

Kotak roti yang bisa mengeluarkan apa pun yang diinginkan itu juga sempat mempat membuat saya iri, hahaha. Saya sempat membayang-bayangkan dan membuat daftar dalam kepala saya benda apa kiranya yang akan saya minta jika punya kotak roti itu. Sungguh terlalu. Tapi kemudian, saya berbelok seiring kenyataan yang menggambarkan bahwa kotak itu ternyata blablabla (kalau disebut nanti spoiler abis). Ketika baca saya pengen usap-usap kepala Rebecca, rasanya. Di beberapa bagian cukup membuat sedih dan deg-degan. Meskipun di akhir rasanya masih ada beberapa yang perlu dijelaskan, terutama soal kelanjutan nasib si nenek-nenek yang menyuguhkan teh itu.

Saya berikan empat dari lima bintang untuk novel ini. Really liked it.

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s