Cermin Pencerita Masa Depan

source: rebloggy.com
source: rebloggy.com

Kaki Michael yang berlari seakan beradu cepat dengan deru napasnya sendiri. Pagi hari, ia baru saja melakukan dosa teramat besar. Begitu gampang dan sekejap mata. Namun beban mengerikan seakan baru saja tumpah dari langit dan membuat kewarasannya sendiri terhimpit. Ia berbelok ke arah labirin kecil di depan rumah yang baru saja ia keluar dari dalamnya, dan membungkuk untuk menyembunyikan diri. Ia merasa akan ada selusin polisi yang akan mengepungnya sekarang juga.

Ketika lututnya bahkan masih bergetar, ia melihat sebuah cermin tergeletak di depan kakinya yang telanjang. Sesobek kertas bahkan mampu membuatnya memperhatikan apa yang tertulis di atasnya:

“Lihatlah, dan saksikan masa depanmu.”

Michael menyambar cermin itu. Barangkali cermin itu benar-benar bisa melihat masa depan. Barangkali ia bisa melihat dirinya hidup bebas tanpa ada satu pun bisa mencium apa yang telah dilakukannya apalagi berakhir di balik jeruji penjara. Ia merasa separuh otaknya tengah raib ketika menggoyang-goyangkan cermin itu dan tak ada hal aneh yang terpampang dari permukaan kacanya, seharusnya ia mengetahui bahwa ini adalah akal-akalan seseorang yang jahil. Dilemparkannya cermin itu ke tanah.

Di balik punggungnya, ia merasakan langkah terseok-seok mendekat. Michael berbalik dan hampir terjengkang ketika melihat William, pria berlumuran darah yang ia kira sudah mati dibunuhnya tadi itu menodongkan pistol ke arahnya seraya berkata lirih, “Aku hanya ingin mati setelah memastikan kau juga akan mati hari ini.”

Lalu suara peluru yang meluncur terdengar.

Michael ambruk setelah kepalanya tertembak. William mengulaskan seringai ketika akhirnya tubuhnya pun ikut ambruk.

Pagi itu, dua orang pria tergeletak di dalam labirin taman. Pula sebuah cermin yang jika dilihat di bagian belakang, ada sebuah tulisan yang berbunyi: “Lihatlah dan saksikan masa depanmu. Hanya cermin biasa bagi mereka yang akan mati dalam waktu 17 jam.”


Ditulis untuk Ceritera Juli #12 Cermin Ajaib di @kampungfiksi

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s