#FFRabu – Akhir Para Perompak

source: www.artwallpaperhi.com
source: http://www.artwallpaperhi.com

Para perompak sedang berpesta, merayakan tumpukan harta curian. Mereka menari seperti mabuk. Tiba-tiba datang sekelompok perompak lain yang hendak mengambil alih kapal. Mereka membawa pedang-pedang runcing. Aku diam.

“Kapal dibajak! Kapal dibajak!” seorang pemuda penakut menjerit dan sekonyong-konyong kabur menggunakan sekoci seorang diri. Ribut-ribut mengudara dan beberapa orang berlarian tanpa arah.

“Tiarap, semuanya. Atau kulemparkan ke laut!”

“Kaupikir kau bisa menguasai kami? Kalianlah yang akan kami lemparkan!” kata sang kapten.

Kutatap bulan bulat di langit malam. Tiba-tiba aku merasa lelah. Pelan-pelan, kubalikkan tubuhku. Mereka semua tercebur ke dinginnya air laut.

Apa mereka kira kapal renta sepertiku tak bisa berbuat apa-apa?


100 kata, ditulis untuk #FFRabu  topik “Di Kapal” di mondayflashfiction.com

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

14 thoughts on “#FFRabu – Akhir Para Perompak”

  1. Aku membayangkan sebelum ‘menggeliat’, si kapal sudah berteriak : “Sudah! Hentikan pertengkaran kalian!” , tapi para perompak nggak mendengar(kan). Baru deh si kapal ‘menggeliat’. *eh malah ngarang cerita sendiri* hehe

      1. padahal karena si aku bisa melihat semua yang terjadi. udah diedit dikit biar si aku gak telat amat datangnya. thanks sudah mengekspresikan kebingungannya! walaupun setelah dibaca ulang, saya masih bingung sendiri juga ya hahahah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s