Scene on Three (22)

Abdullah bin Muhammad Al-Missri, pengarang dalam bahasa Melayu, menulis memoar tentang semasa Daendels pada kurang 1815, bahwa semua kekayaan di Bumi Jawa: “Harus sampai ke negeri Belanda, karena memang begitu, si opas menipu pegawai pelabuhan, yang menipu jurutulis kantor, yang menipu petor, dan petor menipu anggota dewan Hindia Belanda, yang menipu Gubernur Jenderal, Gubernur Jenderal menipu majikannya Raja Belanda.”

 

Penggalan ini diambil dari buku Jalan Raya Pos, Jalan Daendels karya Pramoedya Ananta Toer. Di masa penjajahan itu, rakyat yang cuma menikmati seperempatbelas dari hasil panennya, itu pun belum kalau harus bayar pah pasar dan lain-lain. Sementara sebagian besar lainnya sampai ke Belanda dengan serangkaian praktik korup di perjalanannya. Ditambah lagi, dibalik ‘kaya’nya rakyat Jawa, Cuulturstelsel (tanam paksa) yang diberlakukan penjajah membuat ribuan rakyat kecil mati berkaparan tak terkuburkan karena masyarakat desanya saja dilanda kelaparan sampai tak bisa bangkit dan mengurusi mayat-mayat saudaranya. Penjajahan emang sadis ya, saya gak bisa membayangkan kalau saya hidup di zaman itu…


Mau ikutan Scene on Three? Silakan klik gambar di bawah dan lihat ketentuannya.

scene-on-three

 

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

2 thoughts on “Scene on Three (22)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s