Petualangan Para Domba Prajurit — Christine & Christopher Russell

20362418

Judul: Petualangan Para Domba Prajurit (The Quest of the Warrior Sheep)

Penulis: Christine & Christopher Russell

Seri: Warrior Sheep #1

Alih Bahasa: Maharani Aulia

Penerbit: Tiga Ananda (2012)

Tebal: 242 Halaman

Saya tidak seperti sedang membaca novel, melainkan seperti sedang menonton film animasi besutan Pixar atau lainnya. Cerita ini juga sedikit mengingatkan pada film jadul yang sampai sekarang sering diputar di TV; God Must Be Crazy. Kenapa begitu?

Karenaaaaaaaaa….

Diceritakan di sebuah pertanian bernama Eppingham yang damai, ada lima ekor domba langka yang sedang merumput. Tidak juga sih, ada yang sedang menyeruduk, ada yang sedang melamun, ada yang sedang mengecat kuku, dan ada yang sedang bernyanyi rap. Mereka adalah Wills, Sal, Links, Jaycey, dan Oxo. Intinya pada saat itu mereka sedang melakukan rutinitas ‘biasa’, ketika tiba-tiba sebuah benda meluncur dari langit dan menghantam Sal.

Wills tahu itu seperti ponsel. Tapi Sal bersikeras itu adalah Baaton, benda pusaka Dewa Aries, dan mereka harus mengembalikannya untuk menyelamatkan kerajaan domba dari derita kematian.

Di sinilah saya teringat film God Must Be Crazy, ketika tokohnya (lupa saya) mengira botol yang ditemukannya adalah benda milik Dewa. Dan saya pikir ini bagus kalau dijadikan film animasi, karena aksi heroik kelima binatang yang kocak ini cukup mirip dengan konsep-konsep yang ada di film animasi pada umumnya.

Nah, setelah mereka semua yakin bahwa ponsel itu adalah Baaton, mereka kemudian berencana melakukan perjalanan ke utara untuk menemui Aries yang Agung. Tapi perjalanan mereka tidak semulus itu, mereka dikejar oleh mobil kuning. Sementara itu Ida dan Tod, pemilik domba-domba itu mulai mencemaskannya.

Tanpa disadari juga domba-domba itu sedang berurusan dengan kasus pencurian uang bank. Tapi kan mereka bodoh dan tetap memfokuskan diri untuk mengembalikan Baaton seperti yang mereka kira.

Novel anak-anak ini lucu. Saya harap anak saya nanti senang membacanya (….). Novel ini mengajak berpetualangan bersama para domba dengan berguling-guling di bukit, naik kereta, bahkan naik pesawat! Cukup penuh dengan humor, di antaranya karena perbedaan pemahaman antara domba dan manusia.

Wills menjelaskan apa pesawat itu, sejauh yang diketahuinya.

“Seperti burung tapi bermesin.”

“Apa mesin itu?” tanya Oxo.

“Benda yang menggerakkan traktor.”

Oxo mengerutkan kening. “Kurasa yang menggerakkan traktor itu Tony Catchpole.”

Saya berikan 3 dari 5 bintang. Like it.

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s