Prince of Fools — Philip Caveney

6782246

Judul: Prince of Fools

Penulis: Philip Caveney

Seri: Sebastian Darke #1

Alih bahasa: Aan

Penerbit: Mizan (2009)

Tebal: 355 halaman

Sebastian Darke ingin menjadi pelawak kerajaan, seperti ayahnya yang sudah meninggal. Ia bersama Max (seekor buffalope—makhluk semacam kerbau) pergi melakukan perjalanan menuju Keladon untuk mewujudkan keinginan itu. Tapi Sebastian cuma remaja yang kemampuan melawaknya masih jauh dengan kehebatan ayahnya. Max, buffalope tua itu adalah orang eh hewan yang sering menyangsikannya. Ya, ternyata dia bisa bicara!

Perjalanan yang mereka tempuh dengan modal nekat itu tidak semulus yang diharapkan. Melewati padang, ia terjebak sekawanan makhluk liar, dan orang-orang Brigand—geng yang suka merampas. Tapi mereka berdua juga bertemu dengan Cornelius, pria kerdil yang kemudian menjadi teman seperjalanan.

“Dunia yang kerdil,” kata Sebastian. Kemudian, dia tersentak sadar. “Maaf,” katanya. “Jangan dimasukkan ke dalam hati.”

“Tidak, Temanku.” Cornelius terlihat mencoba mengacuhkan kenangan buruknya.

Saya membayangkan Sebastian ini ganteng, pemuda keturunan setengah peri dengan mata yang indah dan telinga yang runcing. Sebetulnya dia cukup optimis dengan rencananya. Tapi Max yang kerjaannya selalu mengeluh dan cenderung mencurigai segala hal itu sering membuatnya kesal.

Saya paling suka kalau Sebastian dan Max berdua ngobrol, pertengkaran kecil-kecilan namun saling sayang gitu deh.

“Saat ini, apalah yang tidak akan kuberikan untuk sepotong daging panas,” katanya.

“Sebaiknya kau jangan menatapku,” balas Max. “Sebenarnya, kami, para buffalope, bukanlah santapan yang enak.”

“Sebaliknya, bukan itu yang aku dengar,” kata Sebastian sambil melemparkan pandangan liciknya. “Setahuku, daging buffalope merupakan salah satu bahan masakan kesukaan orang-orang Brigand.”

“Benarkah?” Max melemparkan pandangan penuh rasa khawatir dari balik pundaknya. “Aku rasa, seharusnya aku tidak perlu merasa kaget. Dari yang pernah kudengar, mereka bertingkah tak ubahnya seperti binatang. Aku diberi tahu bahwa pada saat-saat sulit, mereka dikenal sebagai kanibal.”

Dan Max, I loooove you, Max! Dia adalah tokoh favorit saya (beda tipis lah sama Sebastian, sama Cornelius juga, oke semuanya deh saya suka tapi tidak begitu dengan Putri Kerin, karena, dia perempuan dan sempat dekat-dekat dengan Sebastian (maksudnya….) tapi saya setuju kok kalo Sebastian sama Putri Kerin, ok, sip) karena selorohannya itu sering bikin ketawa, dan kengenesannya, dan kengambekannya yang kayak bocah padahal ini hewan udah tua. Tapi dia juga gampang tersanjung.

Ada salah satu quote yang saya suka, dari ucapan Max:

Oh, dunia. Sesaat kau berlarian dengan riang gembira di padang luas, sesaat kemudiaan kau berada di atas piring untuk makan malam.

Plotnya agak-agak mudah ditebak. Cover-nya saya harap bisa lebih bagus.

4 dari 5 bintang.

Postingan lain yang membahas novel ini:  Scene on Three (21)

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s