Prince of Pirates — Philip Caveney

9596054

 

Judul: Prince of Pirates

Penulis: Philip Caveney

Seri: Sebastian Darke #2

Alih Bahasa: Reni Indardini

Penerbit: B-First (PT Bentang Pustaka) (2010)

Oke…. jadi ini adalah buku kedua dari seri Sebastian Darke (ini buku pertama). Jadi, bagaimanakah kelanjutan petualangan Sebastian, Max, dan Cornelius?

Sebastian menjadi pelawak kerajaan? Oh, ya, tentu saja, dia berhasil menjadi pelawak kerajaan. Tapi hanya sekejap, sebelum kekacauan terjadi di buku pertama. Di buku kedua ini, Sebastian bakal melepaskan impiannya menjadi pelawak kerajaan, begitu pula Cornelius yang awalnya hendak menjadi prajurit kerajaan. Max juga tidak jadi hewan-peliharaannya-pelawak-kerajaan.

Mereka bertiga bakal berburu harta karun!

Diceritakan Cornelius mendapatkan sebuah perta harta karun yang tampak asli dari seseorang yang tengah sekarat mau mati. Ini adalah harta karun legendaris Callinestra yang sudah santer ceritanya di masyarakat, tapi masih berbentuk “konon”.

Maka dimulailah perjalanan mereka meski pada awalnya timbul keraguan, apalagi Max yang tabiatnya suka mengeluh dan pesimis.

Max di buku ini, dari awal sudah banyak bertengkar dengan Cornelius. Membuat saya ketawa-ketawa. Oh, memang, Max masih menjadi primadona di buku ini bagi saya. Cornelius diibaratkan kutub positif dan Max kutub negatif, maka terciptalah gaya tarik menarik yang disebut pertengkaran.

“Kau tahu, bahkan Max sanggup mengusir dua di antara mereka.”

Max menatap Cornelius dengan sebal, “Apa maksudmu ‘bahkan’ Max? Asal kau tahu, di antara kaumku sendiri, aku dianggap prajurit.”

“Penggerutu, maksudmu! Kau tidak pernah berhenti mengeluh. Keluhan demi keluhan silih berganti. Kakimu ngilu, bahumu nyeri, moncongmu gatal–“

“Enak saja–kau tidak bertugas menarik karavan sialan ini. Aku sudah bilang sebelum meninggalkan kota bahwa kalian berdua mengemas perlengkapan lebih banyak daripada yang kita butuhkan. Aku mengerti bahwa kita harus membawa perbekalan, tetapi kalian membawa bekal yang cukup untuk satu pasukan!”

Tapi, Sebastian begitu menyebalkan di buku ini. Ia hanya memikirkan perempuan dan perempuan dan perempuan. Sampai rasanya saya ingin dia berubah saja jadi sebesar  tikus dan dikurung di saku Cornelius biar dia tak berbuat apa-apa yang bisa mencelakakan. Meskipun perihal perempuan itu bukan sepenuhnya “kehendak” dirinya, sih…

Karena ini petualangan lain dan perjalanan yang lain lagi, tentu ada beberapa karakter baru. Saya suka karakter Kapten Kid.

Secara keseluruhan petualangan ini seru, meskipun ya gereget itu sama Sebastian. saya harap Sebastian tak terpikat dengan perempuan yang lain lagi.

Saya kurang suka sama cover-nya. Ya ampun, mengapa Sebastian benar-benar seperti pelawak bocah! Begitu beda dengan cover buku pertama yang lumayan bersahaja lah…

4 dari 5 bintang.

 

 

 

 

 

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s