“Hai.”

“Apa kau ingin aku membalasmu?”

“Membalas apa?”

“Ucapan hai.”

“Terserah.”

“Apakah terserah yang dimaksud adalah terserah yang biasa diucapkan oleh perempuan ngambek?”

“……”

“Apa itu?”

“Titik-titik.”

“Bukan, maksudku, apa aku harus mengisinya?”

“Yaaaa…”

“Lalu mana soalnya?”

“Soal apa?”

“Hei, jangan bercanda. Bagaimana mungkin aku bisa mengisinya jika tidak ada soal!”

“Maumu apa sih?”

“Maumu kau memberiku soal, atau aku tidak akan mengisinya.”

“Tidak usah diisi!”

“Kenapa?”

“Karena kau menjengkelkan aaaaaarrrrrgh.”

Advertisements

Author: wingedwind

Aku adalah aku yang sebagian aku tahu dan sebagian aku tak tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s