Adakalanya

Image

Adakalanya manusia merasa berada di dalam sebuah sangkar. Sangkar besi. Kokoh. Kuat. Bahkan terlalu berat untuk digantungkan pada sebuah tiang bambu.

Adakalanya manusia merasa siang bukanlah siang. Gelap. Sepi. Mencekik. Walau kenyatannya ingar-bingar.

Adakalanya manusia merasa bosan melihat dunia, timeline facebook penuh drama, atau tweet-tweet galau kaula muda yang tipikal.

Adakalanya manusia lupa agama, sehingga terus jatuh berkubang dalam kesedihan. Padahal Tuhan bersabda tiadalah orang beriman yang bersedih hatinya.

…nah, setumpuk nikmat manakah yang telah kudustakan?

La tahzan.

Tuhan, aku ingin meringkuk sejenak, pada bahuMu yang selalu lapang.

 

 

gambar (c) dandric101@deviantart

[PUISI] Apa Kabar

Apa Kabar

Seberkas kenangan
Ada disana
Menapak memori
Yang mulai terkelupas

Siluet wujud
Menari di sebuah garis waktu

Kucoba hirup
Udara yang pernah kita perebutkan
Berbekas rasa yang tersusut
Membayangiku dalam rasa takut

Hei! Berbalik!
Biar kueja ulang garis wajahmu
Dan disini, aku mulai berani
Menyuruhmu, tapi dalam hati
Berbalik!
Biar kurekam ulang garis wajahmu

Biar kubisa menyapamu lewat deburan rindu yang terbungkus alunan usang; Apa kabar?

 

(7 April, 2011)

[PUISI] Kita Pernah Berkenalan

Kita Pernah Berkenalan

sunset_by_iancjw-d5okeun

Coba kau buka
Laci kepalamu

Coba kau buka
Mata lalumu

…Adakah aku, di sana?

Kita pernah berkenalan

Kutunggu sang waktu
Kutunggu bias sapamu
Tapi kau menjelma asing
Ah, mungkin kau bosan
Mungkin kau tengah merajut kawan lain

Aku menjerit
Pada langit
Dahulu, kita pernah bernaung di langit yang sama
Kau amnesia!
Bulirku memburu tanah
Terbungkus pada palsunya cercah

Kau ingat?
Kita pernah berkenalan
Di kuningnya senja

 (6 April, 2011)

gambar (c) iancjw@deviantart