Wishful Wednesday (1)

Baru kali ini ikutan Wishful Wednesday. Selama ini sering liat-liat entri WW blog-blog buku yang saya follow dan mengira itu meme khusus blog buku. Sempat mau ikutan tapi liat blog sendiri yang sangat gado-gado jadi mengurungkan niat (bukannya nanya…). Dan hari ini baca si empu meme yaitu Perpus Kecil, mengadakan giveaway! syaratnya yang penting punya blog, gak apa-apa bukan blog buku pun. Keliatan deh saya kepancing banget sama  giveaway :mrgreen:

Baiklah, langsung saja, buku yang pengen saya beli belakangan adalah:

kisah kisah dari negeri penuh bahaya

(Link Tokbuk)

Tales from the Perilous Realm (Kisah-Kisah dari Negeri Penuh Bahaya) karya  J. R. R. Tolkien. Siapa sih yang tidak kenal beliau, dengan karyanya yang awesome dan banyak penggemar. Mulai dari The Hobbit sampai LOTR. Meskipun sejujurnya saya baru baca The Hobbit doang sih… *cough*. Sementara LOTR baru liat film-nya, tapi rencana buat baca bukunya juga suatu saat nanti. Nah, sementara buku ini merupakan edisi baru Bahasa Indonesia Agustus kemarin, dan liat blurb-nya langsung kebayang seru. Berisikan beberapa kisah dan puisi Sir Tolkien.

Roverandom, si anjing kecil, ditenung menjadi anjing mainan dan menjelajahi dunia yang penuh makhluk aneh menakjubkan; Petani Giles dari Ham, yang gendut dan penakut, dipanggil untuk berperang melawan naga Chrysophylax; Tom Bombadil dalam petualangan-petualangannya bertemu dengan troll, kurcaci, dan para pangeran; Pandai Besi dari Wootton Major masuk ke dunia Faery melalui bahan-bahan ajaib untuk membuat kue raksasa; dan Niggle si pelukis berusaha menyelesaikan lukisan pohonnya yang sempurna.

Jadi, tertarik banget pokoknya sama buku ini. Berhubung sebentar lagi saya ulang tahun (beberapa bulan lagi sih… ehm…), saya pengen dihadiahin buku ini. Kalau nggak ada yang ngehadiahin, insya Allah saya akan menghadiahi diri sendiri buku ini ‘ _ ‘)9

wishful-wednesday

Dan selamat ulang tahun yang ke-6 untuk Perpus Kecil kepunyaannya Mbak Astrid, semoga tetap konsisten ngeblog dan bagi-bagi buku! 😀

Advertisements

Pun(s) #1

Saya selalu senang kalau nemu pun (permainan kata yang mempunyai lebih dari satu arti), sebagian bikin saya berpikir alias kepikiran aja sih, sebagian lagi bikin saya ketawa (saya menyukai hal-hal yang bikin ketawa… oh, tunggu, kamu juga? baiklah). Maka, karena saya menyukai pun, saya memutuskan untuk mengoleksinya di sini. Kebanyakan mungkin dari novel yang saya baca.

Jadi, untuk pertama, saya akan menuliskan pun yang bikin terngiang-ngiang di kepala berbulan-bulan (enggak lebay, sungguh, soalnya dalam sebulan cuma beberapa kali lah :D) yaitu cerocosan Gandalf soal Good Morning di The Hobbit karya J.R.R Tolkien.

“Good Morning!” said Bilbo, and he meant it. The sun was shining, and the grass was very green. But Gandalf looked at him from under long bushy eyebrows that stuck out further than the brim of his shady hat.

“What do you mean?” he said. “Do you wish me a good morning, or mean that it is a good morning whether I want it or not; or that you feel good this morning; or that it is a morning to be good on?”

“All of them at once,” said Bilbo. “And a very fine morning for a pipe of tobacco out of doors, into the bargain.

Versi terjemahan:

“Selamat pagi!” Bilbo memberi salam dengan gembira. Memang pagi itu sangat indah. Matahari bersinar cemerlang, dan rumput kelihatan hijau segar. Tapi Gandalf hanya menatapnya dari bawah alisnya yang lebat, yang menjulur melewati tepi topinya.

“Apa maksudmu?” tanya Gandalf. “Apa kau mendoakan aku selamat di pagi ini, atau bermaksud mengatakan bahwa pagi ini penuh keselamatan? Atau bahwa pagi ini kau merasa selamat, atau di pagi ini kita akan selamat?”

“Semuanya sekaligus,” jawab Bilbo. “Dan pagi ini sangat indah, sangat cocok untuk mengisap pipa di udara terbuka.”

Nah itu dia.

Kalau novelnya bahasa inggris saya akan menyertakan versi terjemahannya, tapi itu pun kalau saya punya/pinjem/nemu novel bahasa Indonesia-nya dan maksudnya masih sama. Soalnya kan ada yang gak keliatan lagi kayak pun setelah diterjemahkan. Saya pernah baca blognya seorang penerjemah, dan dia bilang emang kalau udah ketemu pun itu bikin pusing gimana nerjemahinnya. Kecuali kalau pun yang kayak good morning ini. (paragraf ini kok banyak ‘kalau’-nya, hrrr).

Sebenernya masih banyak pun yang pengen saya bagi saat ini, tapi kayaknya di-schedule aja biar agak nyebar di blog, hahaha.