Monster of Nightmare

12837007-0c66-4753-8d78-e8244a6a6ad1
source: playbuzz.com

It was in the middle of the night, in my own room. I stopped writing as I realized that the sound of the rain brought me back to some memories. I grew up in this room. So basically this room knew everything, how I always had nightmares and stuff. Fortunately, it had been a long time since I had trouble to have a good sleep because of ridiculous monster sticking around my dreams. Except last night. The monster came again, crawling up from under my bed and the nightmare happened again in an instant.

I exhaled, that was literally just a dream. My mind should not have been impaired. I needed to focus on my homework.

But suddenly, I heard a voice speaking, “Well, that was not a dream.”

I kept my body to stay still. I was sure the voice came from under my bed.

 


Hari ke-2 #NulisRandom2017 @nulisbuku

Seekor Tikus di Dapur

Seekor tikus melintas di dapur setelah bersusah payah melewati celah bawah pintu yang bolong di sebuah rumah. Tujuannya hanya satu. Mencari makan, bertahan hidup.

“Dasar tikus-tikus tak berperasaan!” seru Nyonya Rumah di ruangan sebelah.

Si Tikus terkaget-kaget. Ia merasa telah ketahuan. Ia lirik sana-sini, mencari tahu apakah Nyonya Rumah benar-benar memergokinya. Tapi tidak, suaranya jelas dari ruang sebelah. Ia bahkan datang ke dapur ini sendiri, tidak rombongan sehingga dibilang tikus-tikus.

“Uang kita itu, uang-uang rakyat miskin!” teriak Nyonya Rumah lagi. Marah benar kedengarannya.

Si Tikus bertanya-tanya apakah ada seseorang dari bangsanya telah mencuri uang dari pemilik rumah ini. Ya ampun,  bodoh sekali, uang buat apa? Ia berpikir. Sementara itu di depannya tampak sepotong kue basah yang menggiurkan.

“Nasib, Bu, beginilah kita dari dulu, kerja banting tulang, sementara tikus-tikus berdasi itu enak makan uang rakyat,” timpal Tuan Rumah.

Sudah makan uang, berdasi pula! Tikus macam apa itu? Pikir Si Tikus sambil berancang-ancang melewati selusin tumpukan piring untuk mendapatkan kue incarannya. Ia akan memeluk kue itu sejenak sebelum nanti dibawanya pergi, ke gorong-gorong di mana segalanya terasa menenangkan.

Hup!

Ia mendapatkan kue itu. Namun tiba-tiba kepalanya dihantam sesuatu, ia tak bisa bergerak, ia kesakitan. Sadarlah ia bahwa ternyata ia telah masuk perangkap. Ia tidak tahu apakah akan lolos dari maut atau tidak, mengingat Nyonya Rumah datang dan menatap gembira ke arahnya.

“Akhirnya kena, Pak!”

“Apa?”

“Tikus.”

Si Tikus semakin sekarat. Sekelebat pertanyaan melintas di otak tikusnya, siapakah tikus-tikus berdasi yang aneh itu? Tiba-tiba ia ingin mereka mengalami apa yang menimpanya sekarang.

 


Hari ke-1 #NulisRandom2017 yang diadakan @nulisbuku