Scene on Three (15)

Aku bersyukur pada Allah bahwa aku, sebatang pohon sederhana di hadapanmu, belum pernah dilukis dengan ketekunan seperti itu. Bukan karena jika aku digambarkan seperti itu, semua anjing di Istanbul akan mengira aku adalah sebatang pohon sungguhan dan mengencingiku, melainkan karena aku tidak ingin menjadi sebatang pohon, aku hanya ingin menjadi maknanya.

Masih diambil dari novel My Name is Red karya Orhan Pamuk. Salah satu yang menarik dari buku ini yaitu menggunakan banyak sudut pandang, termasuk sebatang pohon, tepatnya lukisan sebatang pohon. Wah, dengan ide menjadikan pohon sebagai sudut pandang saja sudah membuat saya suka. Apalagi ketika di akhir bab saya menemukan tulisan yang saya kutip itu. Sebatang pohon merasa bersyukur ia tidak dilukis dengan amat menyerupai pohon asli karena yang ia inginkan bukanlah menjadi sebatang pohon sungguhan, melainkan maknanya. Sweet, ya. Yah, mungkin mirip-mirip dengan tak perlu menjadi matahari untuk menjadi penerang orang lain, atau tak perlu menunggu kaya untuk menjadi seorang dermawan, dan lain-lain.


Mau ikutan Scene on Three? Silakan klik gambar di bawah dan lihat ketentuannya.

scene-on-three

Advertisements

Scene on Three (14)

Meski demikian, menjadi seorang pembunuh ternyata harus membiasakan diri. Aku tidak tahan berada di rumah. Jadi aku mengeluyur keluar ke jalanan. Aku tidak tahan berada di satu ruas jalan, maka aku mengambil jalan lain, lalu jalan lainnya lagi. Ketika aku menatap wajah orang-orang, aku sadar bahwa sebagian besar mereka merasa yakin bahwa mereka tidak bersalah, karena mereka belum pernah memiliki kesempatan untuk menghilangkan nyawa orang. Sulit dipercaya bahwa sebagian besar orang memiliki moral lebih tinggi, atau lebih baik dariku, hanya karena satu tikungan nasib.

Diambil dari novel My Name is Red karya Orhan Pamuk. Scene itu dari sudut pandang seorang pembunuh. Menarik, karena kadang saya juga bertanya-tanya apakah si Fulan bakal tetap berbudi baik apabila ditimpakan padanya nasib yang sama dengan nasib si Fulin, apakah si Fulen bakal tetap jadi bejat apabila ditimpakan padanya nasib yang sama dengan nasib si Fulon. Intinya seperti itu deh 😀


Mau ikutan Scene on Three? Silakan klik gambar di bawah dan lihat ketentuannya.

scene-on-three