Scene on Three (4)

Mereka makan dalam diam. Sang alkemis membuka sebuah botol dan menuangkan cairan merah ke dalam cangkir si bocah. Itu anggur ternikmat yang pernah dirasakannya.

“Bukankah di sini anggur diharamkan?” tanya si bocah.

“Yang buruk bukanlah sesuatu yang masuk ke dalam mulut manusia,” kata sang alkemis. “Yang buruk adalah yang keluar dari mulut mereka.”

Scene yang diambil dari Sang Alkemis karangan Paulo Coelho ini cukup menarik bagi saya, dan sebenarnya agak kepikiran, meskipun tidak sampai membikin saya susah tidur. 😀

Penggalan ini membuat saya yang secara awam berpikir dan berkesimpulan sendiri. Mungkin, tidak ada di dunia ini yang diciptakan sebagai sesuatu yang buruk. Bahkan iblis pada awalnya bukan makhluk jahat sebelum dia sendiri membangkang. Dan, memangnya, apa yang telah diperbuat (minuman) anggur sehingga dia patut dicap sebagai sesuatu yang buruk? dia tidak mengubah dirinya sendiri menjadi minuman anggur, dan tidak pula dia jadi buruk sebagai minuman anggur.

Sebagai seorang muslim saya percaya bahwa yang memabukkan itu haram. Mungkin memang benar kalau minuman anggur itu tidak buruk (untuk menjadi minuman anggur itu sendiri), tapi jika kita meminumnya, maka dipercayai akan menimbulkan kerugian bagi si peminum. Sebuah granat tidak menjadi buruk karena takdirnya menjadi sebuah granat, namun tidak berarti bahwa kita boleh membuat itu jadi alasan kita boleh meledakkannya di dalam mulut. Itu perumpamaan lebaynya. Dan lagi pula, apa yang keluar dari mulut atau diri kita adalah hasil dari hal-hal yang kita masukkan dari luar setelah mencerna/memprosesnya.

Duh, dipikir-pikir kok cara mengungkapkan saya nggak begitu jelas, ya. Pokoknya begitu deh. :))


Mau ikutan Scene on Three? Silakan klik gambar di bawah dan lihat peraturannya.

scene-on-three

Advertisements