The Twits — Roald Dahl

16093903

Judul: The Twits

Penulis: Roald Dahl

Ilustrator: Quentin Blake

Penerbit: Puffin Books

Ini buku konyol banget sih =))

Setelah baca Matilda, emang ditekadkan dalam hati mau baca novel Roald Dahl (terutama yang buat anak-anak) sebanyak-banyaknya. Dan ketika saya liat lembaran promo di novel The Witches, ada The Twits di situ. Mengembaralah saya di internet dan merampok dengan cuma-cuma ebook The Twits. Ehm. Sejujurnya, di awal-awal saya nggak begitu suka karena gambaran pria berjanggut itu saya jadi berpikir macam-macam, maksudnya jadi mikir kayak di novel itu, padahal saya suka pria berjanggut (apa sih!). Tapi gara-gara Mr. Twit itu hhhh… hrrrr… kenapa sih kudu mencederai kebersahajaan janggut di mataku?

Oke, kayaknya saya mulai lebay dan ke mana-mana.

Tapi, selain soal janggut itu, bercandaan pasangan tua yang aneh itu juga saya kurang suka pas awal-awal. Apalagi tragedi spageti itu. Kayaknya saya nggak suka yang jorok-jorok gitu kali ya hahaha (….). Nah, setelah itu cerita yang ada di novel ini saya suka, bikin ketawa banget. Alamak, apa ada pasangan kayak gitu di dunia ini *tepuk jidat*. Betapa konyolnya yang Mr. Twit bilang kalau Mrs. Twit menyusut dan akan makin pendek lama-lama. Padahal kalau dipikir-pikir, bandingin aja tingginya ama suaminya, apakah selisihnya sama seperti biasa atau makin jauh? Hahaha, tapi emang pasangan dodol (dan ini novel anak-anak, Roald Dahl pula).

Akhirnya mereka mendapat balasan setimpal atas yang telah mereka lakukan ke binatang-binatang. Ah, ya, mereka jahat. Mulai nemuin ciri khas Roald Dahl, ceritanya pasti ada yang nggak masuk akal, ada tokoh-tokoh jahat yang sungguh jahat, dan umpatan-umpatan atau kata kasar. Meskipun pesannya selalu baik.

Tiga dari lima bintang.

Advertisements

Matilda — Roald Dahl

39988Judul: Matilda

Penulis: Roald Dahl

Ilustrator: Quentin Blake

Penerbit: Puffin Books

Matilda adalah seorang anak perempuan yang lain daripada yang lain. Di usia tiga tahun dia sudah belajar membaca sendiri lewat koran dan majalah, dan di usia empat tahun dia sudah bisa membaca dengan cepat. Orang tuanya adalah orang tua yang bodoh dan menyebalkan. Mereka jauh lebih tampak kekanakkan daripada Matilda, apa lagi ayahnya yang menurut saya sangat jahat sebagai orang tua, mana kerjanya nggak halal pula. Dia sering meremehkan dan membodoh-bodohkan Matilda, dan menganggap kakak Matilda yang “normal” jauh lebih baik dari Matilda. Kakaknya Matilda nggak jahat sih, ini yang disayangkan, saya berharap kakaknya punya pengalaman lebih banyak sama Matilda karena apa ya… kakaknya ini bagaikan iklan yang lewat di novelnya. 😀

Di usia yang sangat kecil itu Matilda mulai banyak membaca buku (yang bahkan belom pada saya baca kecuali The Secret Garden. Dan Matilda suka buku itu, me too, me too! >< hahaha). Bayangkan anak empat tahun diem di perpustakaan baca buku layaknya orang dewasa. Lalu waktu dia masuk sekolah, dia bikin heran gurunya karena bisa menghitung dengan cepat. Hah, too good to be true, memang.

Di sekolah lah dia ketemu kepala sekolah yang sangat kejam. Sebetulnya kelakukannya sangat imajinatif kalo buat dibayangkan di dunia nyata. Tapi namanya juga cerita anak-anak. Di situ kadang saya sedih dan tertawa, seriusan, membayangkan betapa kejamnya Miss Trunchbull pada anak-anak, tapi di sisi lain juga malah jadi komedi karena nggak masuk akal. Kebalikannya, Miss Honey adalah guru muda yang penuh kasih sayang dan baik hati, yang ternyata punya cerita serius di balik kehidupannya.

Saya berikan 4,8 bintang untuk novel keempat dari Roald Dahl yang baru saya baca ini. Nanggung amat yaaaaa, tapi karena saya ngeri sama umpatan-umpatan Miss Trunchbull di depan anak-anak sih, banyak banget… Ya sudahlah, yang penting sejauh ini Matilda adalah novel Roald Dahl yang paling saya suka (entah ke depannya karena belom baca semua karya beliau).

Scene on Three (1)

Hore! Ini adalah kali pertama saya ikutan meme Scene on Three punyanya B.zee. Ide yang amat bagus bagi saya (selain untuk bahan ngisi blog, ukhuk) buat menuliskan scene menarik dari suatu buku. Untuk kali ini saya akan menampilkan salah satu scene dari novel Matilda karya Roald Dahl ❤

“They have all learnt their three-times table. But I see no point in teaching it to them backwards. There is little point in teaching anything backwards. The whole object of life, Headmistress, is to go forwards. I venture to ask whether even you, for example, can spell a simple word like wrong backwards straight away. I very much doubt it.” (Ch. 20)

Itu perkataan Ms. Honey ke Ms. Trunchbull waktu Ms. Trunchbull nyuruh murid yang bernama Wilfred nyebutin tabel perkalian tiga tapi dengan cara dibalik. Wilfred yang udah nyebutin tanpa dibalik nggak bisa melakukannya karena dia bilang ia belum belajar kalau mesti dibalikin. Jawaban Ms. Honey yang membela muridnya itu sangat quotable dan saya suka, semacam menasihati juga. The whole object of life, Headmistress, is to go forwards. Mengingatkan saya kalau apa yang kita lakukan adalah untuk membuat kita maju, bukan untuk mundur, bahwa yang patut kita pikirkan adalah masa depan, bukan mengingat-ingat kejelekan masa lalu, karena dunia tak menyediakan secuil waktu pun untuk kita mengutak-atik masa lalu.

Meskipun kalau saya pikir-pikir lagi, saya nggak bisa menyebut titah Ms. Trunchbull itu salah (kalau kegalakan dia yang di luar batas sih iya), karena dengan bisa melakukannya, Wilfred udah lebih memahami perkalian tiga (sama halnya kalo dengan cara diacak alih-alih maju atau dibalik/mundur). Tapi fokus saya adalah pada korelasi yang diberikan Ms. Honey, dalem banget hahaha.


Cara berpartisipasi dalam Scene on Three :

  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

scene-on-three