Nation — Terry Pratchett

17858945

Judul: Nation (Negeri)

Penulis: Terry Pratchett

Alih Bahasa: Rosemary Kesauly

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (Maret 2013)

Tebal: 432 halaman

Buku ini menceritakan tentang seorang manusia yang mempertanyakan eksistensi Tuhan setelah pulaunya dilanda tsunami dan hanya menyisakan dirinya.

Bocah itu bernama Mau, sebetulnya bukan lagi karena sebelum tsunami datang, ia telah berada di Pulau Bocah Lelaki untuk meninggalkan jiwa bocah lelakinya di sana, kemudian membuat kano tak lebih dari 30 hari dan pulang sendiri. Itulah bagaimana caranya menjadi lelaki dewasa.

Tapi ketika pulang, Mau tak menemukan apa pun kecuali dirinya sendiri dan kerusakan di Negeri, tempat ia hidup. Sejak saat itulah ia mulai memunculkan pertanyaan-pertanyaan dalam dirinya, mengenai kehidupan mengapa Tuhan “melakukan” semua itu.

Awalnya ia sendirian, namun ternyata, sebuah kapal besar bernama Sweet Judy yang tersangkut di pulau itu pun menyisakan seseorang lain. Ia adalah Ermintrude yang kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Daphne. Jelas, ia tak sama dengan Mau yang primitif. Jadi bisa dibayangkan betapa besarnya gap yang tercipta ketika mereka berdua bertemu. Bahasa adalah kendala besar mereka sehingga kadang saya terpingkal-pingkal melihat (membaca) bagaimana mereka berkomunikasi pada awalnya.

Mau dan semua penduduk (yang sudah lenyap itu) mempercayai dewa-dewa yang mengatur alam dan kehidupan. Mereka juga percaya bahwa orang yang mati kemudian akan menjadi lumba-lumba. Tampaknya Mau hidup dengan tenang sebelum tsunami itu datang, namun berubah menjadi kritis dan memprotes Tuhan atau dewa atau apa pun itu yang dipercayainya.

Mengapa Tuhan menciptakan manusia kemudian memusnahkannya dari muka bumi? Apa maksud Tuhan memberikan cobaan pada ciptaannya? Apakah manusia hanyalah sekadar boneka bagi Tuhan?

Dan pertanyaan-pertanyaan naif lain yang pernah saya pikirkan juga sebagai manusia…

Namun bukankah Tuhan mengetahui apa-apa yang tidak kita ketahui?

Tetapi Mau bukan tipe orang yang pasrah saja. Ia, yang menganggap celana adalah barang aneh, merupakan orang yang baik hati, penolong, dan mau bekerja keras. Ia memang bersedih ditinggal sendirian di Negeri, tapi ia tidak lantas banting-banting batu karang dan meraung-raung di pinggir pantai. Mau dan Dapdhne dan orang-orang yang satu per satu datang memperlihatkan bagaimana mereka belajar dan bertahan di kehidupan, setelah kerusakan.

Tempat di mana Mau hidup adalah tempat yang hanya ada di kepala Terry Pratchett, namun rasanya tidak begitu jauh jika membayangkan tempat seperti itu benar-benar ada. Dan seperti yang dibilang Terry Pratchett, buku ini dibuat untuk mengajak berpikir. Tidak melalui dikte-dikte membosankan, tapi dengan gaya unik dan komikalnya yang menyegarkan. Sluuurp.

4 dari 5 bintang.

Postingan lain tentang buku ini: Scene on Three (24)

Advertisements

Scene on Three (24)

 

Ia teringat saat Kelasi Satu Cox menembaki monyet dengan pistol saat mereka merapat di mulut sungai di wilayah Laut Ceramis. Pria itu tertawa setiap kali tubuh cokelat kecil terjatuh ke sungai, terutama jika monyet itu masih hidup saat buaya menangkapnya.

Ia berseru meminta pria itu berhenti, dan pria itu tertawa, lalu Kapten Roberts turun dari ruang kemudi dan ada pertengkaran hebat. Dan setelah itu suasana di Sweet Judy jadi tidak nyaman. Namun tepat saat gadis itu memulai bagian pertama perjalanan keliling dunianya, di koran ada banyak cerita tentang Mr. Darwin serta teori barunya bahwa nenek moyang manusia adalah semacam monyet. Ermintrude tidak tahu apa ini benar, namun di kapal, saat menatap mata Kelasi Satu Cox lekat-lekat, ia melihat sesuatu yang lebih parah dari monyet mana pun.

 

Penggalan ini diambil dari novel Nation (Negeri) karya Terry Pratchett. Sangat menarik bagaimana Ermintrude menganggap mata orang yang telah membunuh monyet atas nama kesenangan belaka menggambarkan sesuatu yang lebih parah dari monyet mana pun. Mungkin benar bahwa manusia adalah makhluk yang lebih baik dari makhluk lainnya, namun faktanya sebagian dari mereka justru memiliki sifat yang lebih buruk dari makhluk yang dipikirnya lebih rendah dari dirinya.

 


 

Mau ikutan Scene on Three? Klik gambar di bawah dan lihat peraturannya.

scene-on-three